Heading North: Lovina and Bedugul

I don’t know since when I can handle to sit for hours at the back seat of Willy’s bike. It was suffered at the first time (I can’t even stand up and walk properly for a couple of hours after our trip from Kintamani), but time after times I enjoy it without hesitation. Even I’d like to go by bike rather than to go by car. Seriously.

Entah sejak kapan saya bisa bertahan lama duduk berjam-jam di jok belakang motor Willy. Awalnya menyiksa (saya bahkan kesulitan berdiri dan berjalan setelah perjalanan kami ke Kintamani selama 2 jam), tapi lama-kelamaan saya malah menikmatinya tanpa masalah. Saya bahkan lebih memilih naik sepeda motor dari pada mobil. Serius.

On our first one day and one night trip, Willy took me to Lovina. Based on internet source, Lovina is a quite coastal town on the North Bali coastline west of the city of Singaraja.

Pada perjalanan sehari-semalam kami, Willy mengajak saya ke Lovina. Berdasarkan info dari internet, Lovina adalah sebuah kota pesisir pantai di Bali Utara sebelah barat Singaraja.

It took approx. 3 hours to go to Lovina from Ubud. This was my first long road trip. And Willy nicely asked me whether I want to stop by while we are on the way.

Kira-kira ada 3 jam perjalanan ke Lovina dari Ubud. Ini adalah perjalanan panjang saya yang pertama kali. Dan Willy selalu mempersilakan saya kalau mau berhenti sebentar di tengah jalan.

Mostly beaches in Lovina have black sands. I love white sands, but this black sands brings me another feeling. It’s like it wants to tell me that in this world, beautiful things not only defined in one form.

Kebanyakan pantai di Lovina berpasir hitam. Saya suka pasir putih, tapi pasir hitam ini menciptakan kesan yang berbeda buat saya. Rasanya seperti pengen bilang kalau semua yang cantik di dunia ini tidak ada hanya satu jenis saja.

Dolphin Statue Lovina
Lovina Beach – Dolphin Statue

Actually Lovina offers activity to see dolphins in the morning, but at that time, I had no interest. What concerned me the most is… the urgent to eat siobak. Lol. It’s 100% pork with authentic sauce from Singaraja. It’s a must try for me. What can I do?

Sebenarnya Lovina menawarkan aktivitas untuk melihat lumba-lumba di pagi hari. Tapi waktu itu saya tidak tertarik. Yang saya pikirkan saat itu adalah keinginan untuk makan siobak. Haha… Siobak adalah makanan yang terdiri dari daging babi dan saus khas dari Singaraja. Harus banget saya coba. Mau gimana lagi?

The route after back from Lovina was the best trip that offered by Willy. I have to say that three years at Bali makes Willy knows how to enjoy the road. He took me to Danau Beratan (Beratan Lake), the most popular tourist destination in Bali. No wonder you’ll just see humans at this site, but yeah, still nice. Then we went to Danau Tamblingan (Tamblingan Lake) to enjoy the lake view while drinking a cup of hot tea.

Rute balik dari Lovina adalah perjalanan terbaik yang ditawarkan Willy. Saya akui 3 tahun di Bali membuat Willy tahu betul bagaimana menikmati perjalanan. Dia membawa saya ke Danau Beratan, destinasi wisata paling populer di Bali. Tidak heran bakal ada banyak orang di sini, tapi tetap bagus kok. Setelah itu kami ke Danau Tamblingan untuk menikmati pemandangan danau sambil minum secangkir teh panas.

Beratan Lake
Beratan Lake

All of this trips were accompanied by pouring rain. Don’t be like us, please, prepare a rain coat for your better health.

Semua perjalanan kami ditemani hujan deras. Jangan seperti kami, tolong, sedia jas hujan supaya tidak gampang sakit ya.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s